Membuatgaris lurus dilapangan smk2 kendal About Press Copyright Contact us Creators Advertise Developers Terms Privacy Policy & Safety How YouTube works Test new features © 2022 Google LLC MEMBUATGARIS LURUS DILAPANGAN 1. PENGETAHUAN DASAR Jarak antara dua titik di lapangan dikatakan lurus apabila jarak yang diukur panjangnya tidak melebihi 3,5 km. Karena bila melebihi 3,5 km sangat dipengaruhi adanya faktor kelengkungan bumi. Tetapi bila dalam pengukuran tidak dituntut adanya taktor keakuratan, maka pengaruh kelengkungan bumi Tujuan Siswa dapat membuat garis lurus terhalang di lapangan. · Alat-alat pengukuran - Jalon minimum 4 buah - Patok minimum 6 buah - Peta ukur 1 buah Bahan terdiri dari alat tulis · Keselamatan dan kesehatan kerja a. gunakan pakaian kerja lengkap pada waktu praktek b. hindarkan alat dari Prinsipnyamembuat lintasan berada pada satu garis lurus dengan cara membidikaan kompas ke depan dan ke belakang pada jarak tertentu. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: - Titik awal dan titik akhir perjalanan di plot di peta, tarik garis lurus dan hitung sudut yang menjadi arah perjalanan (sudut kompas). MembuatGaris Lurus Antara Dua Titik di Lapangan 1. Yalon (minimal 4 buah) 2. Pita ukur/Meteran (minimal 15 m) 3. Alas tulis, Alat tulis menulis, kertas untuk sket/catatan. Mempersiapkanalat-alat yang akan digunakan dalam praktek membuat garis siku-siku di lapangan. 2. Menentukan lokasi atau tempat yang akan dilakukan pengukuran. 3. Membuat garis lurus 1 dengan memasang jalon yang di beri simbol titik A dan titik B dengan jarak ± 76 meter dengan satu garis lurus antara jalon A dan B. 4. MembuatGaris Lurus Di lapangan 1. Mempersiapkan alat-alat yang akan diperlukan .  Meteran plastik  Jalon  Waterpass tukang  Statif 2. Menentukan lokasi atau tempat yang akan dilakukan pengukuran. 3. Memasang jalon dititik A ke titik B dengan jarak sembarang . 4. Orang pertama berdiri di FqTo. Uploaded byElle Chantiq 100% found this document useful 1 vote1K views3 pagesDescriptionCara Membuat Garis Lurus Di LapanganCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document100% found this document useful 1 vote1K views3 pagesMembuat Garis Lurus Di LapanganUploaded byElle Chantiq DescriptionCara Membuat Garis Lurus Di LapanganFull descriptionJump to Page You are on page 1of 3Search inside document Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. BAB I MEMBUAT GARIS LURUS DI LAPANGAN Tujuan Setelah melaksanakan praktek pembuatan garis lurus di lapangan diharapkan mahasiswa mampu 1. Memahami cara-cara dalam pembuatan garis lurus di lapangan di antara dua titik 2. Dapat mengetahui kesulitan-kesulitan dalam pengukuran dan cara mengatasinya 3. Agar mahasiswa dapat menggunakan alat ukur sederhana, membuat garis lurus dan mengukur jarak. 4. Melatih mahasiswa terjun ke lapangan langsung sehingga mahasiswa tersebut tidak terlalu kaku untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang mungkin akan mereka temui nantinya. Alat-alat  Meteran plastik/fiber 1  Jalon 10  Waterpass tukang 1  Statif 4 Spesifikasi alat 1. Meteran / rol meter Meteran adalah alat yang di gunakan untuk mengukur jarak. Satuan yang umum digunakan di Indonesia adalah meter m . Meteran dibuat dari baja, fiber maupun plastik. Bahan baja paling teliti untuk meteran karena angka muainya kecil, tidak mudah mulur waktu ditarik dan lendutannya kecil. Meteran terdiri dari bermacam-macam panjang 2m, 3m, 5m, 10m, 20m, 30m, 50m, dan 100m 2. Jalon Jalon adalah suatu batang bulat dengan diameter kurang lebih 1 inchi, terbuat dari aluminium atau besi dan diberi warna merah putih. Panjang jalon biasanya 1m atau 2m. jalon berfungsi untuk menandai titik-titik tertentu yang akan diukur jarak atau ketiggiannya. 3. Waterpass Tukang Waterpass tukang adalah alat yang digunakan untuk mengukur atau menentukan sebuah benda atau garis dalam posisi rata baik pengukuran secara vertikal maupun horizontal dan berfungsi untuk mengecek kedataran suatu permukaan. Waterpass tukang digunakan untuk mendatarkan meteran pada saat mengukur jarak, sehingga jarak yang dihasilkan lebih teliti. 4. Statif Statif merupakan tempat dudukan alat yang juga berfungsi untuk menstabilkan alat. Alat ini mempunyai 3 kaki yang sama panjang dan bisa dirubah ukuran ketinggiannya. Statif saat didirikan harus rata karena jika tidak rata dapat mengakibatkan kesalahan saat pengukuran. Dasar teori Jarak antara dua titik di lapangan dikatakan lurus apabila jarak yang diukur panjangnya tidak melebihi 3,5 km. Karena bila melebihi 3,5 km sangat dipengaruhi adanya faktor kelengkungan bumi. Tetapi bila dalam pengukuran tidak dituntut adanya taktor keakuratan, maka pengaruh kelengkungan bumi tersebut dapat diabaikan. Bagian penting pada pengukuran yang dibuat bertahap sehingga jarak yang didapat mendekati kenyataan di lapangan . Langkah kerja 1. Mempersiapkan alat-alat yang akan diperlukan .  Meteran plastik  Jalon  Waterpass tukang  Statif 2. Menentukan lokasi atau tempat yang akan dilakukan pengukuran. 3. Memasang jalon dititik A ke titik B dengan jarak sembarang . 4. Orang pertama berdiri di belakang jalon A berjarak ± 25 cm kemudian membidik ke arah jalon B dengan teliti. 5. Memasang jalon C segaris dengan jalon A dan B, jalon C digeser hingga bidikan jalon C sama dengan atau bidikannya telah segaris dengan bidikan jalon A dan B, tetap si pembidik berada di belakang jalon A untuk membidik, agar segaris dengan jalon A dan B. 6. Memasang jalon D sama seperti cara memasang jalon C. dilanjutkan dengan memasang jalon-jalon yang lainnya sampai ke titik B hingga membentuk garis lurus. 7. Mengukur jarak antara jalon A − C, C − D , D − E, E − F, F − G, G − H, H − I, I − J, J − B. Pengukuran tersebut dilakukan oleh 5 orang, dua orang memegang meteran, satu orang memegang waterpass tukang, seorang lagi membantu meratakan meteran dengan waterpass agar tidak bergerak dan seorangnya lagi mencatat hasil dari pengukuran tersebut. 8. Membersihkan alat-alat yang telah dipakai , lalu dikembalikan ditempatnya semula dengan pengawasan dari instruktur. 9. Memeriksa kembali hasil dari pengukuran tersebut agar tidak ada yang salah , sehingga dapat membuat laporan dengan tepat . Denah tempat pengukuran F. Data dan hasil dari pengukuran Titik Jarak meter Titik Jarak meter A – C C – D D – E E – F F – G G – H H – I I – J J – B ∑ A−B meter G. Penutup  Kesimpulan Setelah melakukan praktikum membuat garis lurus di lapangan dapat disimpulkan bahwa sangat sulit untuk mengukur titik jalon satu dengan titik yang lainnya karena harus menggunakan waterpass tukang dan rol meter dan rol meter itu pun tidak boleh bergerak harus kencang agar dalam penggunaan waterpass tukang bisa lebih mudah dalam pengukuran tersebut dan juga titik tiap jalon memiliki panjang yang berbeda-beda. Dari hasil pengukuran tersebut didapat antara titik A – B yaitu meter. Adapun beberapa masalah yang kami hadapi dalam praktikum ini yaitu  Mencari lokasi atau tempat yang ideal agar sesuai dengan jarak dan dapat membuat garis lurus antara satu titik dengan titik yang lainnya.  Kurang ketelitian dalam pengukuran jalon saat membuat garis lurus di lapangan.  Saran  Mempersiapkan statif yang jumlahnya sama dengan jalon agar dalam pemasangan jalon tidak lagi menggunakan batu bata agar jalon tersebut berdiri tegak.

membuat garis lurus di lapangan